Barong Painting

Deskripsi Karya I

Nama Pelukis              : I Nyoman Gunarsa

Judul Lukisan              : Barong

Ukuran                                    : 300×270 Cm

Tahun Pembuatan       : 1997

Bahan                          : Cat minyak di atas kanvas

Deskripsi Karya I:

I Nyoman Gunarsa, lahir di desa Banda Klungkung 15 April 1944, seorang seniman besar Indonesia yang berasal dari Bali. Tempat kelahiran Nyoman Gunarsa dikenal sebagai pusat seni lukis tradisional Kamasan, yang nantinya sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesenimanannya. Sejak kecil Gunarsa sudah menyukai melukis, dengan cara menggambar, mencorat-coret di tembok dengan arang. Selain itu Gunarsa kecil juga menyukai seni tradisioanal Bali lainnya, seperti membuat wayang dan memainkannya, menari, membuat topeng barong sendiri dengan kayu dan pelepah pisang sebagai bulunya, kemudian dimainkan sambil ngelawang. Dari kegemaran Gunarsa akan seni tardisional Bali yang melekat pada dirinya, kemudian menjadikan ideologi berkeseniannya yang sangat menjunjung tinggi kearifan budaya lokal. Sehingga layak seorang Gunarsa dijuluki sebagai seorang seniman besar yang telah berpengalaman melanglang buana dalam berpameran , serta budayawan yang peduli terhadap budaya Bali.

Gunarsa menyelesaikan pendidikan formal di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) ‘ASRI’ Yogyakarta 1976, di tahun itu juga Gunarsa diangkat menjadi PNS, dosen tetap di almamaternya sampai tahun 1994 dengan mengajukan pensiun muda karena alasan kesibukan dalam  berkesenian dan mengurus 2 museum seni yang terletak di Yogyakarta dan Klungkung Bali. Kata Gunarsa Peride 1). Akademis sekitar tahun 1960-1970an, 2) periode Sesaji/ 1970-1981, 3) periode Aringgit 1981-1987, figur wayang sebagai eksplorasi pada dunia pewayangan beserta tokoh-tokoh cerita yang ada di dalamnya 4) periode Penari/figuratif 1987-1990an, figur-figur penari Bali menjadi tema pada periode ini 5) dan periode Moksa, mengkisahkan perjalanan kreatif Gunarsa setelah berjuang melawan maut karena serangan stroke

Karya I Nyoman Gunarsa yang disumbangkang di Museum Lata Mahosadi ISI Denpasar berjudul ‘Barong’, menggambarkan figur-figur penari sedang mengelilingi sosok barong. Goresan spontan,  dinamis, warna-warna dominan merah, hitam, dan oker, dengan garis kontur untuk memperjelas bentuk figur, lukisan ini sebagai gerakan batin pelukisnya dalam mengekspresikan kecintaannya kepada seni tradisional Bali yang melekat pada kehidupan Gunarsa. Hal ini sesua dengan ucapannya yang diungkapkan saat pengukuhan dan penghargaan sebagai Doktor Honoris Causa dari ISI Yogyakarta 14 Juli 2012 yaitu ‘saya melukis sebagaimana saya bernyanyi, saya meletakkan warna sebagaimana menari’.

Artist :  I Nyoman Gunarsa Title : Barong  Size :  300 x 270 cm Year :  1997 Material : Watercolor on Canvas  Description : I Nyoman Gunarsa, born in the village of Banda Klungkung on April 15, 1944, a great Indonesian artist from Bali. The birthplace of Nyoman Gunarsa is known as the center of Kamasan traditional painting, which will greatly influence the development of its artistic. Gunarsa interested in painting has been started on his childhood by drawing, scribbling on the wall with charcoal. In addition, young Gunarsa also likes other Balinese traditional arts, such as making and playing puppets, dancing, making its own barong mask with wood and banana midrib as its feathers, then playing while ngelawang. Gunarsa passion on Balinese traditional arts inherent in him which influence his artistic ideology which highly upholds the wisdom of local culture. Therefore, Gunarsa is worthy named as a great artist who has experienced in exhibitions as well as a culturist who focuses on Balinese culture. Gunarsa completed his formal education at the Indonesian Academy of Fine Arts (ASRI) Yogyakarta and Indonesian School of Art (STSRI) ‘ASRI’ in 1976. At the same time he

was appointed as a civil servant, permanent lecturer at his alm mater until 1994 by applying for young retirement because of his interest reason in arts and managing 2 art museums located in Yogyakarta and Klungkung Bali. 

Periodization of Gunarsa‟s artworks:  1) Academic period  in 1960-1970s,  2) Offerings period in 1970-1981,  3) Aringgit period 1981-1987, puppet figures as an exploration in the world of puppetry along with the characters in the story  4) Dancers / figurative period in 1987-1990, Balinese dancer figures became the theme in this period  5) and the Moksa period, narrating Gunarsa’s creative journey after fight against death because of a stroke

The work of I Nyoman Gunarsa, which was donated at Lata Mahosadi Museum which located at ISI Denpasar entitled „Barong‟, describes figures of dancers surrounding a barong figure. Spontaneous, dynamic strokes, dominant colors of red, black, and ocher, with contour lines to clarify the shape of the figure. This painting is an inner movement of the painter in expressing his love for traditional Balinese art inherent in the life of Gunarsa. This is in line with his statement expressed during his inauguration and awarded as Honoris Causa Doctor of ISI Yogyakarta on July 14, 2012, namely “I paint as I sing, I put colors as I dancing”.